Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalamanku. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Semua Akan Kembali ke Rumah Masa Depan

Pertengahan Bulan Februari ini kami pengurus dan keluarga Central Educative Bahrul Amien mendapat berita duka dengan kembalinya salah satu orangtua murid berusia 29 tahun yang kembali ke pangkuanNya. Masih teringat dan terekam peristiwa tadi siang, saat melayad ibu tersebut yang meninggal karena jihad melahirkan anaknya yang kedua. Orangtua ini adalah salah seorang Ibu yang menyekolahkan anaknya di Central Educative Bahrul Amien / CEBA Sekolah PKBM yang didirikan oleh kedua orangtuaku pada tahun 2006. Yah, di tempat rumah duka tadi, sangat jelas isak tangis dan haru deru keluarga yang ditinggalkannya. Terutama sang anak yang masih berusia 5 tahun. Nova namanya. Laki – laki. Nova berada dipangkuan tantenya, adik almarhumah yang masih duduk di bangku sekolah SMA. ada pula Adik laki-laki almarahumah paman Nova yang duduk berangkulan dengan Ibunya. Kami yang hadir duduk berkumpul dalam ruangan yang sama, bersama Ibu saya, kerabat tetangga dan beberapa perwakilan orangtua murid serta Ajeng dan Wifa, 2 orang siswa teman Nova di CEBA. Almarhumah di kebumikan di Cimahi jalan Padasuka (Rumah Orangtua Alm-Red). Namun selama Nova bersekolah ia tinggal di Ciraden dengan Nenek dari Ayahnya. Terlampau sangat jauh jika berangkat dari Cimahi dan bersekolah di Ciraden, padahal banyak sekolah unggul di Kota Cimahi sana. Well, hanya Ibuku yang menjadi juru bicara kala itu. Ibuku mengajak ngobrol Nova yang menangis terisak isak dan terus memanggil manggil sang Mama.

“Mama…Mama…”. Kakinya yang selonjoran menendang nendang lantai. Tantenyapun terlihat terus merangkulnya, mata sang tante sudah sangat terlihat sipit dan sembab karena hujan air mata.
“Nova pinter… nanti Nova di Ciraden aja yah.. sama Ibu guru.., sampe sekolah selesai..sayang 3 bulan lagi ya Nova ya..”. Ujar mama dengan lembut mencoba membujuk dan menenangkan tangisannya. Karena sudah dua minggu ini Nova tidak mau masuk sekolah karena tinggal di Cimahi bersama Nenek dan Kakek dari Mama nya semenjak Ibunya dirawat di Rumah Sakit Cibabat.

“Nanti Nova disana sama temen temen main sambil belajar yah…” ucap Mama lagi. Menyentuh lembut rambut Nova. Salah satu anggota kluarganya yang diduga Kakek dari Mamahnya menimpali ajakan Mama. 
“iya…tuu Nova mau disana ya.. 3 bulan lagi, tapi nanti SD nya mau di Cimahi bu guru..”. Timpalnya. Meniru jawaban logat anak anak.

Yang di ajak bicara masih menangis saja, tetapi tidak menjawab ya atau tidak hanya tetap menangis. Memang, bukan saat yang tepat untuk membicarakan secara deal untuk didapat hasil keputusan 100% saat itu juga.
Waktu terus berlalu, Mama masih berbincang dengan keluarga yang ditinggalkan. Kemudian mama teringat Ajeng. Dipertemukannya Ajeng dengan Nova. Ajeng yang usianya jauh lebih kecil dari Nova berjalan hati hati menjingjit kakinya. Ajeng berusia 3 tahun, anak kecil mungil dan imut ini wajahnya memang menggemaskan karena lucu akan kemungilannya dan suaranya yang cempreng.

Saat di pertemukan Nova bersalaman dengan Ajeng. Masih terlihat malu malu, namun tak disangka akhirnya Nova bisa  tersenyum saat melihat Ajeng.
Kakeknya menyaksikan perubahan wajah Nova ketika melihat Ajeng dan berkata.
“eeh tuh senyum ngeliat Ajeng..”. Ajeng yang matanya bundar, wajahnya putih, badannya mungil kecil, kurus, jauh dari langit-langit membalas senyumnya juga. Alhamdulillah pertemuannya itu mungkin sedikit menghilangkan kesedihan bagi Nova sendiri. Tiba-tiba Nova nyeletuk bilang mana Revan..?. sambil malu malu bilang dan sembunyi berbalik ke badan Tantenya.

Ibuku menoleh dan menatapku spontan dengan raut wajah yang sedikit kecewa, karena Revan memang tidak ikut dalam rombongan orangtua murid. Saya pun hanya tersenyum. Namun sepersekian detik sesaat setelahku melempar pandanganku ke pintu luar, terlihat sosok seperti Mamahnya Revan sedang berjalan kearah kediaman kami.

“Bentar-bentar, itu kaya mamahnya Revan!”. Seru ku bersemangat.
“mana?oo iyaa”. Ibuku segera meraih tangan Revan dan membimbingnya berjalan melewati kerumunan tamu-tamu lain.
“Niih ini Revan sayang.. mana sini Revan, Nova pengen ketemu”. Sambung Ibuku, seraya menghantarkan Revan agar berdekatan dengan Nova.
“eeh.. Revan,, sini Revan di peluk Nova nya..”. timpal Kakek Nova saat Revan tiba berhadapan dengan Nova.

Revan pun menurutnya. Nova menyambut sahabatnya dengan berdiri, begitu juga Revan berdiri dihadapan Nova. Dipeluknya Nova oleh Revan sahabatnya hingga Nova pun balas memeluk Revan. Mereka saling berpelukan sambil berdiri. Kami, yang menyaksikan kejadian tersebut tak kuasa menahan bendungan air mata. Termasuk saya sendiri tak kuasa menahan butiran bening yang sejak tadi saya tahan agar tak keluar, namun melihat kejadian itu akhirnya saya tersenyum dengan ari mata berderai, ya Allah… sungguh hatiku tersentuh terpilin pilin haru campur aduk rasanya saat itu denting piano doremifasilasido seperti berbunyi mengiringi keharuan ini (Yiruma-Kiss The Rain). sedih, haru, sakit, dan bangga dengan adik adik ini. 

Masya Allah…, ternyata memang benar sekali. Kehadiran seorang teman sebaya baik dalam suka maupun duka adalah termasuk hal yang sangat penting. Sesaat setelah Revan dan Nova saling berpelukan Nova mulai bersuara dan bercakap cakap dengan Revan.
“Revan main yuk, ada ikan di rumah aku”. Ajak Nova.

Yah, Hari itu saya memetik pelajaran yang amat berharga dari dua orang anak kecil yang belum mengerti tentang banyak hal. Sikap afektif dan psiokomotorik dari anak kecil yang kini sedikit jarang dilakukan orang dewasa. Rasa simpati, empati, belas kasih yang sepertinya orang dewasa/ pemuda justru dengan mudah mengabaikannya. Bahkan biasanya ada istilah yang dibuat orang dewasa seperti 
“Dulur Jadi Batur – Batur Jadi Dulur” Apa itu maksudnya, saudara tetap saudara, teman juga saudara, semua saudara. 

Well, dari sepenggal kisah nyataku ini kita semua bisa belajar. Bahwa  sebenarnya Hal yang paling dekat dengan kita adalah KEMATIAN KITA. bukan Kekasih Hati kita, Keluarga kita, orang orang terdekat kita tetapi hal yang paling dekat dengan kita yang masih HIDUP justru adalah KEMATIAN itu sendiri.

Firman Allah tentang Kematian Makhluknya
"jelas Allah SWT pun berfirman dalam Al-Qur'an, bahwa setiap yang bernyawa akan merasakan Mati" Hanya saja waktu itulah yang kita tidak tahu kapan dimana saat apa saat bagaimana sedang berbuat baikkah ? atau sedang bermaksiatkah?

Kematian bisa datang kapan saja dan sangat mendadak. Kematian datang tanpa di rencanakan. Semua orang akan kembali padanya. Sejauh apapun kita melangkah, tempat kembali pulang adalah Rumah Masa Depan kita yakni ALAM KUBUR. Dan hal yang saya takutkan soal KEMATIAN adalah, saya meninggalkan dunia ini dengan keadaan tidak khusnul khotimah atau mati konyol. Tidak membawa bekal apa-apa Na’udzubillahimindzalik. Semoga dijauhkan. Semoga semua insan muslimin wal muslimat di muka bumi ini dapat meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah dan dalam Kemuliaan. Aamiin Ya Mujiibassailiin... 


Doa dijauhkan dari siksa kubur dan Fitnah Dajjal 








Sabtu, 25 Mei 2013

HIKMAH DI MARANATHA PART 1



Bismillahirrohmaanirrohim
Hakikatnya kita sebagai manusia adalah selalu menginginkan untuk mendapatkan perubahan perasaan yang lebih baik dari sebelumnya.
Segala yang terjadi di muka bumi ini tentunya sudah tersuratkan oleh yang maha kuasa, baik ataupun buruk sekalipun yang terjadi, Allahlah penulis skenario kehidupan yang maha Profesional. Sahabat setiaku dimanapun berada semoga senantiasa selalu berada dalam naungan Allah, serta mendapat Hidayah (petunjuk)  dan Rahmat (kasih sayangnya). Jika semua itu sudah didapat, mudah mudahan tidak terlepas lagi dari hati sang  sumber penggerak jiwa.aamiin ya robbal alamiin.
Okey, Hidup itu ngga akan lepas dari kata  dasar “BAGI” kalo ditambah imbuhan awalan ber menjadi BERBAGI. Berbagi itu bisa apa saja tidak harus selalu berbagi materi, ilmu, Jasa atau tenaga, sudah lama sekali nih saya tidak menulis. Kali ini saya ingin berbagi sebuah kisah yang mudah mudahan kita sebagai umat Islam bisa mengambil hikmah dari kisah nyata yang saya temukan ini dan bisa memperkokoh Kualitas IMAN kita.
Berawal dari mana saya juga nggak tau, tiba – tiba terhitung sejak tanggal 21 s/d 24 Mei 2013 kaki saya NYATA berpijak di sebuah kampus/Universitas swasta yang ada di Bandung. Namanya Universitas Kristen Maranatha.
Saya juga ga tau hari itu akan kesana. karena acaranya super duper mendadak. Setelah dua hari sebelumnya mengikuti acara di Balai Kota Bandung Fashion weekend with Galazema and Arzeti Bilbina 2 hari berturut turut ga lama besoknya ke Maranatha. tapi saya yakin Allah sudah menentukan kaki ku berpijak di Universitas Maranatha terhitung sejak tanggal 21 – 24 Mei lalu itu.
Namanya juga Maranatha Christian University, sudah dipastikan masyarakat dan penghuninya mayoritas di dominasi oleh kalangan non Islam. Sedangkan kaum muslim/muslimah nya menjadi sangat minim—minoritas – alias sedikit. oh ternyata ada sebagian kecil orang orang Islam yang berkuliah di Kampus tersebut. Tetapi meski statusnya lebih minoritas, tetapi saya merasakan ada sebuah ikatan batin diantara mahasiswa yang statusnya beragama ISLAM itu berbeda, lebih terasa erat, dekat, dan saling bersimpaty . Loh.. emang gimana ngebedain yang ISLAM ama yang Kristen? Hehe yang mudah aja dulu secara kasat mata, di Maranatha Faces orang nya Mayoritas Chinese yang matanya pada --_-- piiiiiiiiiiiiiiit..teeeeet  terus dari kaum hawanya juga ada beberapa yang berkerudung. Dan jurus terakhir paling mutlak ngebedainnya ya yang solat ama yang ngga weh. :p. Nah sambung lagi yang tadi ya, tentang ikatan batin mahasiswa yang Muslim dengan sendirinya jika terjadi interaksi antara wanita berkerudung dengan yang berkerudung lagi langsung terasa dekat atau simpaty padahal baru 2 detik bertemu untuk yang pertama kali lho. Dengan kita hanya bertanya
“mba ngomong ngomong disini musholanya sebelah mana ya?” wiswiswiswis...
“ooh Mushola sebelah sana, anu, ene, ono., nengene, nengono,,. ke samping,, belok,, turun,,  ada pos satpam”. Menjawab detail dan penuh simpaty. Wiswiswiswis jugaa.
“ooh iya iya, makasih banget ya mba lengkap banget ngejelasin rutenya”. Berjabat tangan, senyum dan berlalu meninggalkannya untuk bergegas mencari mushola yang di maksud tadi.
Sambil mengingat rutenya, sambil bergerak mencari Alhamdulillah atas izinnya ketemulah itu mushola yang terletak di basemen bawah dekat pos satpam. Wow. Itu saja yang ku ucapkan. Melihat sekeliling, baru pertama kali ke kampus Maranatha dan melaksanakan shalat dimushola yang disediakan pihak kampus. Sobaat.. ternyata Mushola disana disetarakan dengan tempat parkir mobil dan motor. Ukurannya sekitar 3 x 3 diatasnya ada saluran pipa yang di prediksi itu adalah saluran air Work Closet alias WC. Karena ketika saya melaksanakan shalat ada suara csssssssssss seperti jika kita memijit WC duduk. Astaghfirullohal’adziim*tepokjidatdeh.  
Tapi meski begitu saya tetap bersyukur Alhamdulillah karena pihak kampus masih mau menyediakan mushola untuk kalangan Muslimnya. Gimana kalo ga disediain tempat sama sekali? Mau sholat dimana kita?? Yah mirisnya gitulah di rusak aja pola negative thinking nya. Udah pada tau kan cara ngerusak pola negative? hah? belumm?? jadi belum tau? Belum tau caranya ngerusak pola?. Ya udah okay Nanti lain waktu saya posting masalah merusak pola lama agar berkembang.
Well kembali ke netbook, *laptop kan punya pak Tukul Arwana. Jadi keminoritasan kaum muslim di Maranatha Christian University membuat mahasiswa yang Muslimnya bergabung dan bersatu padu. Sehingga mereka membentuk suatu komunitas Muslim yang bernama Maranatha Moslems Communnity. Saya ga tau sejarahnya gimana Maranatha Moslems Communnity itu, yang saya lihat hanya deretan jadwal halaqoh dll dengan nama itu yang tertempel pada gabus di dinding Mushola tersebut.
Saya kagum dan terkesima melihat pajangan di dinding belakang tempat mushola itu. Dan saya yakin para aktivis Moslems di Maranatha bisa lebih memperkokoh keimanannya dengan situasi dan kondisi yang lingkungan yang mayoritas didominasi oleh kalangan Non Islam. -__-
Jika anda tertarik membaca ceritaku baca terus sesuai PART nya, karena ada banyak kisah unik yang saya rasakan selama 4 hari berturut turut ada di lingkungan sana, kisah penting dan lucu lucunya saja yang saya catat.  Sampai sini bersambung dulu yaaaa.. tunggu lagi nanti InsyaAllah... – di Post kalo sudah 90%.
Makasih yahhh.. bubbye:)


Universitas Kristen Maranatha Bandung
Tampak Samping.
Sumber Foto/Panorama//











Selasa, 26 Juni 2012

My Speech Contest "Algojo" Zaman Sekolah



            1. Waktu PASIM (kelas X)
            2. Muhadloroh gabungan
            3. Raimuna Kanira (kelas XI)
            4. Mathla'ul Huda (Kelas XI) 
            5. Perpisahan (Kelas XII) 

Good morning Everybody !  Ladies and gentlemen !  Dear Audience ..…
My name’s  Liberty Neyzom.. completely,  but You may call me Ibeth or Nez, as all my friends and my family do !
I am 16 years old now.. . I live  and study in a dormitory School, namely Ma’had Sumur Bandung Al Islamy in Cililin  with all my friends  who come from many places around Cililin itself, or around Bandung.  Some from Jakarta, Lampung,  some from Padang, Tegal and other  province of Indonesia.
Well, Cililin is not a large … nor  a  big country,  it’s only just a small and a quiet “town” with the fresh, clear  and healthy air.  It’s just “off the beaten track country side”,  about 50 kms awaylong from Bandung to the South-West.  Situated  among the hills,  while down-there  You can see the beautiful views.. a  beautiful lake.  It is Saguling lake.  A lake made for electric plant, irrigation  and other purposes.   For a certain people, it is as a destination place to visit, especially for those who are very fond of fishing. Almost everyday many peoples come to this lake just to do fishing.

Dear Audience, Brothers & Sisters !
Cililin is also known,  not only as “kota santri “ but “kota wajit”  as well  since long  along time ago. “Santri”  is a predicate for students like us, .but They study Religion to focus. To know how to live in peace and apply it in this original life . They do not study about how to make a bomb and then bomb many places as they want to damage. No ! They are not going tobe terrorists! Never and ever !There is no imagination nor mission of war onto their mind  On the contrary they love peace so much !  And you know, I am as the one of them !
Listen to me dear Brothers & Sisters !
If someone comes to me with a magic-box  on his hand  and then says : “ Hi, Ibet ! Here is Wajit inside the box, you know !  Suppose I don’t know, then I ask him : Wajit what ?.   You audience as the listeners of my question to him would, ofcourse,answer together easily  it is :   Wajit ?? .. ( Cililin )  That’s right ! So the both words wajit and  Cililin could not be separated to each other. And now let me please to tell you for a while about wajit Cililin in detail, Okey ?   Here we go !

Well, actually it is a special  and the most popular food of this town,  made of sticky rice.. mixed with brown sugar and coconut slices,  wrapped in a corn leaf, and then dried under the sunlight for several times. when you taste it ..Umh, Ofcourse it tastes very very good .. very delicious !  But I’m  sorry  I didn’t bring it herewith me today for you !

Ladies & gentlemen, Brothers & Sisters !        
About my presentation here today I say .. I was lucky enough I could join this program to participate among this Raimuna kanira, which is really never happened to me before, especially of speaking English to communicate with infront of you dear brothers & sisters !  But it’s OK!  No problem !  I believe try speaking English is more better than do nothing   Suppose this is as just  the way for me to practice my English to appreciate with and to learn !  And the theme I get today is :  The participation of scouting   in holding Demorality Crises and facing the Global Era !

   As a big nation and the most population in the world after China and India, Indonesia is very popular and very rich of culture with the generous, religious and honourable people !
No wonder !,  because it has a big number of people with many tribes live in this beloved country, since Sabang to Merauke, and consists of thousand islands.  since We, the smallest island in the West  till  Irian Jaya or Papua as the biggest one in the East. Situated between two large oceans, Atlantic and Pacific .
between Asia and Australia. There is no nation neither country in the world as beautiful as you, oh dear my Motherland ! 
I love you so much my country, Indonesia !    Let’s go Archipelago !

Dear Audience 
According to the statistic data, that most population of Indonesia is dominated by young generation or the Youth. including of us here today to attend … whether  as the participants to this activity  or as you , dear Audience.. Brothers  and Sisters .

We are in the 21st  century by now….People says it is the 2nd  Millennium and ,first of all, facing the Global Era  that gets too many risks of side effect , to our life.. especially to the Youth !  Believe it or not, the Global Era has really been coming.. connected and occupied to our life nowdays …  When we turn the TV on,  when we click the computer,  when  we talk by the hand-phone  and so on and so on… It means that we have been trapped into this Global Era .. We can not escape from it !  How  can ?  All these instruments are available , easy and freely to obtain.. wherever and whenever  we want ,  beside it is almost everyone needs to this sophisticated technology .. otherwise , they will be left behind than others !
And you know scouting it self has also been trapped into this global Era, because they use many computers and other instruments onto their activities as the matter of fact !

OK! We confess that hi-tech or sophisticated technology is really important recently to our life … it is useful thing and able to help us in many ways to adopt  or to apply with, but in the other hand it also has got so many risks to our young generation to apply as the negative side effect .  They do not understand the main function or the main aim of occupying these instruments.  All they know and all they do is just to make a fun .. just tobe happy  like playing games by computer, chating by the internet all the times.  They waste their time only tobe infront of the computer or other instruments…and then forget their duty.. forget their God,  and become lazy to study, especially of studying religion for them to know how to live in peace,  how to worship and obey the Almighty God as the greatest creator of everything in the universe ! Subhanallah fa subhanallah
We don’t want to lose our generation caused by this Global Era.! We don’t want to lose our culture as a big nation that famous of hospitallity, generous, religious, away of corruption, away of  crimes, away of crises, but obedient , very respect of humanrights and as the most polite nation in the world             

Dear Brothers and Sisters !
What is our duty as the Indonesian Youth then ? in holding this Global Era of which demorality crises trend  appears to our beloved nation and country ?
Study and study hard is the answer!  Especially  Study English and religion more focus and more better !  Come on back to Allah’s Faith and His Messenger !  Back to the religion ! Let the Global Era come naturally !   Let’s appreciate it as just the way it is  with the full of responsibility and competability !   We cannot escape from it !
But we maynot lose our mind !   Okey ???
The last to close my speech,  I remind you and to myself with this song:
    
       If You do a good deed  or if you do a bad deed 2x
       It’s recorded in your book,  for  Judgement Day 2x
       Laa ilaaha illaaalah  Muhammadurrasulullah 2x… 

That’s all !   And thank you very much for your attention !
Wasalamu’alaikum  wr  wb.

Jumat, 24 Februari 2012

Pengalaman Daftar SUO ke 2

 Hi..! welcome back again in here, kali ini cerita pengalaman SUO nya sangat amat berbeda, langsung aja simak yaa..!!
 Pasalnya q mendaftar 2 Mata Kuliah untuk di SUO kan. tetapi belum sempat bayar, eh pasword udah nongol duluan. gimana nih gimana nih.. aneh kan???,, dan memang sepertinya kasus seperti ini baru muncul pertama kali.
lain halnya dengan kasus yang sudah bayar, sudah kirim bukti registrasi SUO, tetapi  pasword ngga muncul - muncul menurut rekan kita Pak Sudaryono kasus yang seperti itu  banyak sekali.

Semester kemarin memang ku telat buka website UT, cause kondisi modemnya lagi minus. Begitu besoknya diisi, langsung mengecek pendaftaran SUO, ternyata hari tersebut adalah hari terakhir pendaftaran via online. langsung deh ku pilih 2 Mata Kuliah yang akan di daftarkan SUO.

Keesokan harinya seperti biasa ku menjalani aktifitas harianku mengajar, nge les ngaji, bimbel dan tetek bengek lainnya urusan rumah, bantu mom di dapur delele tambah ada proyek proposal yang lagi dirintis. Aktifitas itu kujalani terus setiap hari except Saturday and sunday kecuali proposal yang harus ngejar deadline. Well, sampai akhirnya dengan kesibukan yg kujalani itu, kondisi badanku tak terperhatikan finnaly ku ambruk alias jatuh sakit. Dan terbitlah posting pertama di blogku ini dengan judul "Sehat Sebelum Sakit".
waktu itu sakit kurang lebih sekitar satu minggu, mulai dari magg. ISPA and darah rendah. Dan parahnya beberapa hari lagi itu adalah ujian UAS. lagi dalam kondisi tidak sehat ku maksain baca-baca modul, beuuh bukan sembuh yg ada. malah pusiiiiing mana tebeel... ah... cuman di peluk aja bukunya. Al hasil ku ngga ikut ujian hari pertama dan kedua. mau maksain juga ngga kuat.
nahh.................... kembali ke soal SUO tadi,, yang di daftar cuman dua MK taunya ketinggalan semua MK, yah.. siapa yang tau bakalan sakit.
udah ah yang penting sekarang harus cepet2 ngurus pembayaran ke BANK. pikirku, sepemulihan sakitku.
haha,, dasar banget, aku ngga tau kalo ternyata aturan pendaftaran suo udah beda yaitu pake no billing yang diminta ke UPBJJ, kalo dulu tuh pakenya NIM. ga usah minta billing.
dari sanalah dimulai, pelemparan diriku dari BANK satu ke BANK yang lainnya.
"huh menjengkolkan beuud". ketusku.
sepulang dari bank, ku berniat mengirim email ke UPBJJ  soal penolakan pembayaran SUO di BANK yang kudatangi.
sambil menunggu loading di yahoo, iseng-iseng ku mengecek status pendaftaran suo di ut online dan ternyata
"Hah...............(*&^^%$#@!^*)  terbelalak campur aneh campur seneng campur bingung jadi es campur. hihihi...
Aku termangu melihatnya, Melongo. bagaimana mungkin ini bisa tejadi???
kok paswordku dah muncul lagi sih??
Apakah ini hadiah dari_NYA atas sakitku beberapa minggu lalu?
Ataukah bonus dari pihak Universitas karena ku peserta pertama yang ikut SUO PENDAS di UPBJJ Bandung?.. hihihi... dasar lebbaayyy.....
hhh... Aku menghela nafas panjang. Berpikir. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Kalo menurut prosedur yang benar, Sehabis daftar kan aturannya Bayar dulu> setorin Bukti bayarnya>baru dapet Pasword.
nah orang bayar aja belom, dilempar kesana kemari eh.. pulang - pulang dapet info PASWORD dah muncul. gak tau deh mesti seneng apa gimana yang jelas malah makin bingung yang ada.
(Iyaa neng... tapi kesalahanmu itu ada di setelah daftar ga langsung hubungi UPBJJ nya non, aturannya kan udah beda, harus minta billing...) it is suatu pembelajaran untuk kita semua khususnya for me.
Next? next yah.. ternyata jawaban dari upbjj Pembayaran SUO pendas dah di tutup. Tapi dengan tekad yang kuat Aku keukeuh minta nomer billingnya (habis sayang kan tu pasword dah muncul), "Ya nanti ditanyakan dulu ke pusat lalu saya kirim no billingnya ke HP"  eh Alhamdulillah yah, sesuatu.. dikasih juga ternyata tu billing.
"ini no billingnya, kalo bank ga nolak silahkan di coba", sederet pesan singkat masuk melalui ponselku.
"Ok, mencoba ngga ada salahnya kan? Tq" balasku kilat.
hari itu juga langsung berangkat ke BANK cabang cimahi. Untung punya kakak yang baik hati mau nganter nganter adeknya. lha mau berangkat sendiri ga punya SIM takut laah.
Sesampainya di sana... 
Astaghfirullah,, penuh banget banknya.. udah lama lama ngantri nunggu panggilan, prosesnya lama pula, ternyata BANK emang Nolak. gak bisaaa... heuuuuuuuu............... T_T
sorry my brother i very very bother you at this time.
akhirnya kami pulang dengan hasil yang sia - sia.
"emang bayarnya berapa sih?, ko tadi keliatan tipis gitu uangnya". desis kakakku di sela perjalanan pulang.
"delapanpuluhribu". jawabku polos.
"jiaaa.. hahaha 80 ribu aja pake di transfer??, kirain berjuta - juta... yaa elah..". Tawa kakakku renyah sambil mengusap dahi.
"Udah....., bayar langsung aja ntar pas hari H ujian.. dateng mah dateng aja", lanjutnya lagi, menyalakan motor lalu menyerahkan helm padaku.
"hhhm gmna yaa..". Gumamku. "takut em, ya udah atuh terus skrg gmna?"
"ya jalan lah pulang"
"..................................". Dateng pas pelaksanaan SUO? belum bayar? apa kata dunia?, malu - maluin ah.  Sepanjang perjalanan otakku terus berputar memikirkan masalah Ujianku yang belum beres. Ah liat nanti aja deh.

Akhirnya kamipun pulang dengan tak ada hasil yang memuaskan.
Bersambung....

BANK BRI Cabang Cimahi